Sunday, September 15, 2013

PUASA APIT WETON (Puasa Hari Lahir)

3 comments


Dalam tradisi Jawa dikenal begitu akrab “laku” puasa apit weton (bukan puasa weton). Laku ini bertujuan untuk mengupayakan dayaguna dan segala kelebihan (potensi) yang terpendam yang ada dalam diri pribadi si pelaku. Termasuk di dalamnya untuk upaya semakin menajamkan mata batin. Atau menyambung kesadaran antara kesadaran ragawi dengan kesadaran sang guru sejati. Sehingga menjadikan pribadi yang waskita dan permana lahir dan batinnya. Jika Anda melakukannya puasa apit weton selama 7 kali weton berturut-turut tanpa putus dan dilakukan secara sungguh-sungguh, Anda akan merasakan manfaat dan hasil yang mungkin membuat Anda sendiri kagum, apalagi disertai dengan melaksanakan bancakan weton tanpa terputus selama 7 kali berturut-turut, bahkan Anda akan terperangah dengan hasil yang mungkin di luar yang Anda duga. Adapun tatacara puasa apit weton cukup sederhana saja.
Anda memulai puasa seperti biasa, akan tetapi jamnya lebih fleksibel yang penting dilakukan antara 12 s/d 24 jam. Anda boleh makan sahur atau tidak makan sahur terlebih dahulu. Puasa apit weton tentu saja dilakukan pada satu hari sebelum weton dan satu hari sesudah weton. Misalnya weton Anda Setu Pahing, maka puasa apit weton dilakukan pada hari Jumat Legi dan Minggu Pon. Selama melakukan puasa apit weton harus melakukan sesirih pula. Sesirih maksudnya menjaga kesucian lahir dan batin, diawali dengan mandi sekujur tubuh (dapat pula dilakukan dengan mandi kembang setaman pada jam 00.00) di malam menjelang pelaksanaan puasa apit weton). Sesirih berarti pula tidak boleh melakukan hubungan seks selama melakukan ritual tersebut.

Doa Sebelum Sesirih/Mandi besar :
"Ingsun Adus Ing Banyu Suci, Kang adus badan sejati, Kakosokan nyowo sejati, Amulyaaken kersane Pangeran"

Adapun niat puasa apit weton adalah sebagai berikut :
"Niat ingsun poso weton, sing poso lair lan batinku. Kakang-kawah adi ari-ari, sedulurku papat keblat, lan kelimo pancer, manjingo anunggil ing jero badan sariraku, curigo manjing warangka, warangka manjing curigo, sun jumeneng roroning atunggil, dumung manunggal kalayan Gusti. Saka kersaning Gusti"

Sebelum niat tersebut diucapkan, lakukan patrap semedi atau meditasi dalam waktu sejenak hingga mencapai kedamaian, ketentraman hati dan keheningan rasa. Selanjutnya ucapkan niat tersebut di dalam batin Anda. Biasanya pada saat mengucap niat tersebut tubuh kita akan terasa seperti ada getaran energi yang mengalir dari ubun-ubun menjalar ke bawah hingga ujung kaki. Kadang getaran muncul dari cakra Jayengdriya Anda di seputar tulang ekor Anda, kemudian menjalar ke atas hingga ubun-ubun dan terasa sampai ujung kaki dan kedua telapak tangan Anda.
Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat..


3 Responses so far

  1. bagi yang ingin mendapatkan ijazah ayat-ayat syifa' dari syaikh wahbah az-zuhaili silakan clik tautan berikut:

    http://jagadkawula.blogspot.com/2013/11/ayat-ayat-syifa-penyembuh-ijazah-syaikh.html

  2. suriadi says:

    jd niat buka puasanya gimana?

  3. Kok bingung ya puasanya? maksud 12 sd 24 jam itu gimana contohnya?

Leave a Reply